Kenali Dan Cegah Stunting Sejak Dini Dengan Gizi Seimbang Agar Anak Memperoleh Pendidikan Berkualitas Dan Berkarakter Unggul



Penampilan adik-adik PAUD Al-Ikhlas, Jakarta Barat

Mendidik anak agar aktif, sehat dan cerdas merupakan tujuan kita sebagai orang tua. Anak yang cerdas selain merupakan kebanggaan kita sebagai orang tuanya, juga menjadi harapan dan dambaan seluruh orang tua di dunia.

Sejak masih dalam kandungan, bahkan sebelum kehamilan pun, ibu harus mempersiapkan sang janin agar kelak ia tumbuh menjadi anak yang kuat dan cerdas. Persiapan hamil seharusnya dibarengi dengan persiapan gizi. Mengonsumsi makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi seimbang pun menjadi salah satu cara mendidik anak yang baik agar pintar dan cerdas.

Pentingnya Gizi Seimbang Dan Pendidikan Untuk Cegah Stunting

Masalah gizi hingga kini masih menjadi tantangan bagi anak Indonesia. Tidak sedikit anak Indonesia yang seharusnya bisa menjadi generasi penerus bangsa dengan tingkat kecerdasan tinggi justru mengalami gagal tumbuh alias stunting akibat kekurangan gizi kronis. Stunting adalah hambatan nutrisi yang membuat pertumbuhan terhalang.


"Seorang ibu bagai lentera dalam kegelapan. Kreatifitas anak usia dini sangat dipengaruhi oleh asupan gizi tiap harinya, maka penting bagi orang tua untuk menyiapkan gizi anak-anak agar tumbuh kembangnya optimal" ujar ibu Ketua Yayasan Al Hadi Taman Aries, Hj. Anifah Qowiyatun pada acara Festival Anak Ceria & Talk Show 'Kenali Stunting Dan Cara Mencegahnya' yang merupakan rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional, di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat, Sabtu, 25 Januari 2020.

"Tahun lalu fokus kegiatan anak, lanjut Hj. Anifah, tapi tahun ini juga ada edukasi mengenai gizi anak dan stunting. Ada beberapa lomba yang anak-anak bisa ikuti, ada juga lomba tema kreasi daur ulang.
Dengan harapan bahwa orang tua dapat mengedukasi kepada anak, bahwa sampah plastik dapat didaur ulang dan bisa menghasilkan produk yang baru".


Beragam kreasi dari limbah plastik

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tahun 2013 menyebutkan, angka stunting di Indonesia mencapai 37,2%. Padahal, Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) telah menetapkan batas toleransi stunting harus di bawah 20%.

Yayasan Al Hadi sebagai penyelenggara acara Festival Anak Ceria ini didukung penuh oleh Mayora sebagai Brand Duta Stunting dan diresmikan oleh ibu Wakil Presiden RI Wury Estu Handayani Ma'ruf Amin, turut hadir juga Bunda PAUD, Fery Farhati Ganis Anies Baswedan dan Kak Seto.

Dalam sambutannya, ibu Wury mengingatkan bahwa kreatifitas anak usia dini sangat dipengaruhi oleh gizi tiap harinya, maka penting bagi orang tua menyiapkan gizi untuk anak-anaknya.

Kita harus bersinergi kepada pemerintah untuk menurunkan angka stunting, dengan memperhatikan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dimulai dari masa kandungan hingga anak berusia dua tahun. Masa ini adalah periode emas untuk mencetak generasi berkualitas bebas stunting dan masalah gizi lainnya.


Limbah plastik dikreasikan menjadi baju cantik

Asupan gizi pada anak harus dibarengi dengan pendidikan, karena anak akan mencontoh orang tua. Misalnya dengan membuang sampah pada tempatnya, pilah sampai sesuai dengan jenisnya. 

Orang tua dapat memberikan contoh nyata dan penjelasan kepada anak bahwa barang bekas bisa didaur ulang menjadi barang yang baru dan bermanfaat. Melalui kegiatan ini, maka anak dapat memperoleh pendidikan yang berkualitas dan berkarakter unggul sejak dini.


3 Program Unggulan Efektif Cegah Stunting

Sudah saatnya para orang tua, para guru, keluarga dan lingkungan sekitar lebih berperan aktif ikut dalam berbagai kegiatan cegah stunting.

Seperti yang dipaparkan oleh para narsum dalam sesi Talk Show 'Kenali Stunting dan Cara Mencegahnya' , diantaranya adalah Dr. Sandy Prasetyo, SpOG, (IDI), Lia Amalia, ST., S.S., MA (LPPOM MUI Pusat, Prof. Dr. Ir. Hj. Netti Herawati, M.Si (HIMPAUDI Pusat), Reisa Broto Asmoro (Duta dan Kader Untuk Melawan StuntingFarah Amini selaku Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting), dan Athalia Ridwan Kamil (Istri Gubernur Jawa Barat dan Bunda PAUD Jawa Barat).


Atalia Ridwan Kamil menjelaskan bahwa telah mempromosikan tiga program unggulan Jabar yakni, anti stunting yang telah dicanangkan sejak tahun 2018 lalu. Ketiga program unggulan untuk menanggulangi stunting atau kecebolan pada anak adalah 

  1. Ojek Makanan Balita (Omaba), 
  2. Siaran Keliling (Sarling) dan 
  3. Kekasih Juara (Konseling Silih Asih Juara).

Ketiga program ini efektif mencegah dan menekan angka stunting asalkan semua stake holders seperti ibu-ibu PKK, kader posyandu, tenaga puskesmas, serta dokter di perdesaan saling mendukung.

Peran makanan halal terhadap kesehatan fisik anak sangatlah berpengaruh. Orang tua terutama ibu, harus memastikan betul kehalalan bahan pangan yang akan dikonsumsi. 

Kalau ke pasar sebaiknya belanja dipedagang yang sudah menjadi langganan kita, yang sudah jelas info halalnya, mulai dari penyembelihannya. Biasakan membaca keterangan kandungan zat gizi dan tanggal kadaluarsa pada kemasan makanan yang kita beli. Mengapa harus demikian detail ya? 


Karena ternyata makanan halal bisa mencegah stunting.

Sehat itu dituangkan sistem pendidikan nasional, kalau anak sudah terlanjur stunting, maka guru PAUD harus menstimulasi anak, pelukannya lebih hangat dan stimulasinya juga harus lebih baik lagi di sekolah.


Penampilan Tari Ayam adik-adik Al Hadi

Segera deteksi dini tumbuh kembang anak, apakah anaknya kekurangan gizi dan stunting?

Seandainya guru-guru PAUD melakukan deteksi dengan baik dan bekerjasama dengan puskesmas, maka stunting tidak akan terjadi.


Guru diberikan pengetahuan bagaimana mereka memberikan edukasi kepada anak, tentang berat badan mereka, jika sesuai maka diberikan apresiasi, dan jika dibawah standar maka anak harus diberitahu apa yang terjadi pada kondisi mereka.


Bukan hanya guru yang harus diedukasi mengenai stunting ini, orang tua pun juga wajib diedukasi. Stunting bukan hanya terjadi pada kalangan menengah kebawah saja, tapi sudah ada dan terjadi pada kalangan menengah keatas.




7 Kebiasaan Yang Harus Orang Tua Terapkan Di Rumah Untuk Cegah Stunting


  1. Biaaakan mencuci tangan pakai sabun dengan baik dan benar.
  2. Berikan senyuman, 
  3. Ucapkan salam, 
  4. Usaplah kepala anak sampai ubun-ubun, 
  5. Doakan anak, 
  6. Berikan pelukan hangat,
  7. Ciumlah anak kita, minimal tiga kali.

Selain itu, orang tua juga harus update informasi terbaru mengenai tumbuh kembang anaknya, caranya sangat praktis, cukup download saja aplikasi 'Anak Sehat'di Playstore.

Anak Sehat merupakan aplikasi pemantauan gizi ibu dan anak yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kita bisa gunakan aplikasi ini untuk memantau pertumbuhan anak agar sesuai standar gizi baik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Fitur di dalam aplikasi ini yaitu:
1. Pemantauan perkembangan dan kesehatan ibu saat kehamilan.
2. Pemantauan pertumbuhan anak melalui KMS Digital.
3. Pengingat jadwal imunisasi.
4. Games unik tentang pola hidup sehat.
5. Informasi perilaku hidup bersih dan sehat dalam bentuk infografik dan videografik.
6. Sebaran wilayah stunting di Indonesia.

Yuk, bersama-sama kita cegah stunting. Pencegahan stunting ini adalah kepentingan kita bersama untuk Indonesia jadi lebih baik.
Cegah stunting itu penting!

0 Response to "Kenali Dan Cegah Stunting Sejak Dini Dengan Gizi Seimbang Agar Anak Memperoleh Pendidikan Berkualitas Dan Berkarakter Unggul"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel